Polres Tapanuli Tengah Gelar Rapat Koordinasi Penanggulanggan dan Penanganan Karhutla

Polres Tapanuli Tengah Gelar Rapat Koordinasi Penanggulanggan dan Penanganan Karhutla

- in Berita
0
0

Pandan – Kepolisian Resor Tapanuli Tengah Polda Sumut Pada Pada hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019, sekira pukul 09.30 WIB s/d 10.55 WIB, di Aula Parama Satwika Polres Tapanuli Tengah dilaksanakan Rapat Koordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kab. Tapanuli Tengah, Sesuai Instruksi Presiden RI Dalam Penanggulangan Karhutla

Kegiatan Yang dipimpin oleh Wakapolres Tapanuli Tengah Kompol Kamdani S.Ag., M.H menyampaikan bahwa Kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Indonesia Menyebabkan efek dan dampak negatif serta menjadi perhatian dunia saat ini.

Rapat Koordinasi di hadiri Oleh Kabag Ops Polres Tapanuli Tengah. Kasi Ops Kodim 0211/TT, Para Camat se-Kab. Tapanuli Tengah, Para Kasat fung dan Kapolsek Jajaran Polres Tapanuli Tengah, Personil Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran Polres Tapanuli Tengah, Para Kadis Kab. Tapanuli Tengah yang berkaitan dengan lahan dan hutan. Para Kepala Desa yang memiliki lahan dan hutan. Pemilik atau pengusaha Lahan Perkebunan Perwakilan PT Nauli Sawit an. A. Tarigan. Perwakilan PT. SGSR BT. Sitohang. Perwakilan  PT CPA Sumantri. Para tokoh masyarakat. Perwakilan para masyarakat yang memiliki lahan.

Pada Kesempatan Tersebut Peserta Rapat Menyampaikan Beberapa paparan Terkait karhutla di Wilayah Kab. Tapanuli Tengah.

Paparan dari Kanit Tipidter Polres Tapanuli Tengah Ipda Dian A. P :

a. Faktor Faktor Penyebab Karhutla :
•Faktor alam yakni :
– Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau  yang  panjang.
-Aktivitas Vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
•Faktor Manusia yakni :
-Tindakan disengaja untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.
b. Upaya yang dilakukan untuk atasi karhutla :
. PREEMTIF :
-Koordinasi dengan Lintas Sektoral dalam antisipasi Karhutla.
-Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembentukan MPA (Masyarakat Peduli API).
-Mendatangi masyarakat dan memberikan Sosialisasi.
-Sosialisasi kepada pengusaha perkebunan ttg antisipasi Karhutla.
-Pembuatan SOP Penanganan Karhutla.
b. Preventif :
-Melaksanakan Patroli Gabungan antisipasi Karhutla.
-Membuat Sekat Bakar dengan tanah (membuat parit pembatas / gundukan).
-Latihan bersama dlm penanggulangan Karhutla.
c. Undang undang No. 41 Tahun 1999 tentang kehutanan pasal 50 ayat (3) huruf d, pasal 78 ayat (3) dan (4)
d. Undang undang No. 39 tahun 2014 tentang perkebunan, pasal 55 (1) dan pasal 108.
e. KUHP pasal 187 dan 189.

5. Paparan KPH XI KUPT Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara :
a. Menjelaskan tupoksi KPH.
b. Areal kerja KPH wilayah XI.
c. Peta wilayah KPH wilayah XI.
d. Mekanisme pencegahan dan penanggulangan karhutla.
e. Laporan kejadian karhutla.
f. Renggiat KPH Wilayah XI

6. Paparan dari Dinas Pertanian :
a. Menjelaskan dampak karhutla.
b. Regulasi tentang perkebunan.
c. Eksistingperkebunan kelapa sawit di Kab. Tapanuli Tengah.

7. Paparan POS Basarnas :
a. SOP kami hanya pencarian dan pertolongan.
b. Menjelaskan penyebab karhutla.
c. Dampak karhutla.
d. Biaya pemadaman.
e. Penanggulangan karhutla dan lahan gambut.

Sebelum Rapat di tutup Kapolres Tapanuli Tengah yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Frido Gultom menyarankan kepada camat agar menyampaikan kepada seluruh Kepala desa untuk membuat posko penanganan hutan dan lahan dan Para Personil Bhabinkamtibmas agar bersinergi dengan Babinsa Serta menghimbau kepada pemilik lahan Agar menghilangkan tradisi membuka lahan dengan cara membakar.

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *