Unit Patroli Sat Sabhara Polres Tapteng, Laksanakan Problem Solving di Desa Mela II

Unit Patroli Sat Sabhara Polres Tapteng, Laksanakan Problem Solving di Desa Mela II

- in Berita
0
0

Tribratanewstapteng.com – Tapteng, Personil Unit Patroli Sat Sabhara Polres Tapanuli Tengah berhasil damaikan 2 warga yang sedang ribut.

Bertempat di rumah Korban Dusun I Mela, Mela Pasir, Desa Mela II Kab. Tapteng, telah dilakukan Problem Solving, yaitu menyelesaikan permasalahan keributan warga akibat perbuatan tidak menyenangkan, Minggu (30/4/17) pukul 12:00 Wib.

Informasi yang diperoleh tribratanews, kejadian tersebut bermula dari warga yang bernama Irsan Habibi merasa tidak senang akibat perbuatan dari 2 Orang pria Herbet S dan Rio yang kerap mengolok olok istrinya Nurhapni, yang beralamat di lingkungan dusun I mela pasir, Desa Mela II Kabupaten Tapanuli Tengah

Berdasarkan Keterangan Korban (Nurhapni), Dia kerap  di olok2 oleh herbet dan kawan2, karna tidak senang nurhapni melapokan kesuaminya Habibi, kemudian Suami Korban mendatangi Herbet dan Kawan2 untuk menanyakan kepada mereka maksud dan tujuan kalimat olokan tersebut, Merasa tidak senang pelaku Herbet mengajak kawannya  sebanyak 4 orang dan mendatangi rumah Korban dan terjadi Keributan.

Setelah mendengar informasi dari warga bahwa di desa Mela II Kabupaten Tapanuli Tengah terjadi keributan, Personil yang sedang melaksanakan patroli  langsung meluncur ke TKP dan mengajak warga yang bertengkar untuk tenang dan membicaraknnya secara kekeluargaan di rumah Korban.

DWhatsApp Image 2017-04-30 at 11.46.44WhatsApp Image 2017-04-30 at 11.46.43i Rumah Korban, turut hadir Kepala Desa Dusun I Mela, Mela Pasir, Desa Mela II Kab. Tapteng, Kedua Pelaku yang diamankan Personil Unit Patroli, Kepala Desa Mela II Bpk Medi Charko dan Kepala Dusun Bpk Sopian, Korban bersama suami.

Setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak, Bripda Eko Sihombing selaku anggota Unit Patroli Sat Sabhara dan rekan lainnya yang tiba di TKP memberikan pemahaman dan arahan agar masalah tesebut jangan diperbesar, dan diselesaikan secara kekeluargaaan dan kedua belah pihak saling menerima.

akibat perbuatannya, Korban menuntut kedua Pelaku agar membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya.

Selanjutnya kedua Pelaku membuat surat pernyataan tersebut dengan disaksikan oleh Polisi, Kepala desa dan perwakilan warga.

“Sebelum diperbolehkan pulang, Pelaku terlebih dahulu diberikan pembinaan dan Arahan. Dengan pembinaan yang sudah dilakukan, diharapkan pelaku tidak mengulangi kembali tindakannya,”.

Humas Polres Tapanuli Tengah

 

 

 

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *