Polres Tapteng Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

Polres Tapteng Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

- in Berita
0
0

Tribratanewstapteng.com – Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila.

Kalimat diatas merupakan kutipan sambutan Presiden RI dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, yang dibacakan oleh Wakapolres Tapanuli Tengah Kompol Amakhoita Hia, SH, M.Humsaat digelarnya upacara, di halaman Mapolres Tapanuli Tengah, Kamis (1/6/2017), sekira pukul 07.45 Wib.

Pejabat Upacara:
Irup – Waka Polres Tapanuli Tengah Kompol Amakhoita, Hia, SH, M.Hum
Paup – kasat Binmas AKP TR. Gea
DanUp – Kanit Patroli Satlantas Ipda AM. Purba

Kesatuan Upacara:
Barisan perwira Polres Tapteng, Brigadir dan ASN Polri Polres Tapteng.

Pers Upacara :
Pembaca UUD 1945 Ipda J.C.Hutajulu, SE
Pembaca Kep Pres No 24/2016 – Kabag Sumda Kompol S. Zebua.

Pejabat Upacara: Irup - Waka Polres Tapanuli Tengah Kompol Amakhoita, Hia, SH, M.Hum Paup - kasat Binmas AKP TR. Gea DanUp – Kanit Patroli Satlantas Ipda AM. Purba  Kesatuan Upacara: Barisan perwira Polres Tapteng, Brigadir dan ASN Polri Polres Tapteng.  Pers Upacara : Pembaca UUD 1945 Ipda J.C.Hutajulu, SE Pembaca Kep Pres No 24/2016 - Kabag Sumda Kompol S. Zebua.

Dalam amanatnya, Wakapolres Tapteng membacakan sambutan presiden RI, upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

“Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara, sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman,” jelas Kompol Amakhoita Hia, SH, M.Hum.

“Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman, dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita,” tegasnya.

Waka Polres Tapteng menuturkan, komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat, dengan diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Pemerintah juga akan menindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan menindak tegas segala paham dan gerakan komunisme.

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan,” terangnya.

Melalui kesempatan ini, Presiden mengajak agar menjaga perdamaian, persatuan, dan jaga persaudaraan diantara kita.

“Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia,” ajaknya.

Humas Polres Tapanuli Tengah.

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *